Literasi & Menulis: Seminar Pendidikan dari HIPPER 4.0 Indonesia

 Opening Kegiatan "1001 Guru NgeBlog" melalui Seminar Pendidikan bertema "Literasi dan Menulis"

    Hari Kamis, 4 Februari 2021 merupakan hari pembukaan kegiatan "1001 Guru NgeBlog" yang diprakarsai oleh lembaga HIPPER (Himpunan Pendidik Penggerak) 4.0 Indonesia. pembukaan kegiatan ini ditandai dengan dihelatnya Seminar Pendidikan: Literasi dan Menulis sebagai rangkain dari kegiatan 1001 Guru Ngeblog yang akan berlangsung hingga 13 Februari 2021 mendatang. Seminar ini tidak hanya diikuti oleh peserta kegiatan 1001 Guru Ngeblog; yang secara terhormat menjadi peserta angkatan ke-1 untuk kegiatan ini, tetapi juga terbuka bagi peserta umum yang memiliki minat pada tema seminar ini, literasi dan menulis. Live streaming melalui YouTube dan aplikasi meeting Zoom menjadi platform yang digunakan untuk menghubungkan narasumber dengan peserta lantaran kondisi yang masih mengharuskan setiap orang untuk menjaga jarak dimasa pandemi seperti sekarang ini. Beberapa pembicara dihadirkan sebagai narasumber yang telah malang- melintang dalam dunia literasi dan menulis untuk memberikan dan memaparkan materinya. selain para narasumber hebat tersebut, juga ada perwakilan dari EPSON yang memang telah bekerja sama oleh pihak lembaga HIPPER 4.0 Indonesia sebagai bagian dari kegiatan ini.

    Menjadi salah satu peserta pada kegiatan ini, apalagi menjadi angkatan pertama, tentu saja adalah kesyukuran tersendiri bagi saya. Banyak hal penting yang dipaparkan oleh para narasumber terkait bagaimana menggeluti dunia kepenulisan dan literasi, beberapa diantaranya yang sempat saya garis bawahi adalah:

  1. Literasi merupakan kecakapan dasar. Literasi dalam hal ini adalah "baca dan tulis", merupakan dua hal yang mesti dimiliki oleh seseorang khususnya guru untuk menjadi andal dalam pembelajaran di era big data seperti ini. selain itu, literasi sudah bukan lagi sesuatu hal yang baru akan dimulai dan dipelajari akan tetapi jadikan literasi itu sebagai karakter.
  2. Menulis adalah tentang kesenangan. Dalam memotivasi diri untuk menulis, kemauan adalah dasar yang tidak bisa dianggap sepele. Untuk meningkatkan rasa "mau" dalam menulis maka, menulis harus menjadi kesenangan kita. kesenangan akan ada, jika rasa keterpaksaan tidak ada dalam benak. Jadi, tulislah apa yang kita senangi terlebih dahulu agar tak ada beban dalam memulainya.
  3. Kapan dan dari mana mulai menulis adalah permasalahan klise bagi penulis pemula. Sesuatu yang baru akan dimulai tak jarang mengundang rasa bingung; apa, bagaimana dan dari mana untuk memulainya. Begitupun dalam menulis. Sebagai penulis pemula atau orang yang baru akan menulis, sebaiknya tidak perlu berfikir terlalu banyak. Cukup tulislah dulu apa yang selalu kita lakukan setiap hari atau pengalaman yang pernah kita alami untuk menjadi bahan tulisan sebagai permulaan. Menulislah dengan kata- kata yang sederhana dan selanjutnya barengi dengan menekankan disiplin pada diri.
  4. Menjadi komunikator yang efektif adalah tujuan literasi. Dalam dunia literasi, ada 3 tahapan runut yang selalu terjalin satu sama lain, yaitu Membaca, Menulis, kemudian Berbicara. level tertinggi dari literasi adalah berbicara. 3 tahapan ini akan membri kita insight bahwa tujuan utama dari literasi adalah bagaimana seseorang mampu menjadi komunikator yang kreatif juga efektif. 

    Setelah semua narasumber memaparkan materinya, host memberikan kesempatan k epada para peserta untuk mengajukan pertanyaan. Pemaparan dari para narasumber ini, ditanggapi dengan sangat antusias oleh para peserta dengan berbagai pertanyaan yang sedianya mereka tanyakan melalui kolom komentar.

"Bagaimana meyakinkan diri untuk memulai menulis bahwa kita mampu dan bisa menulis?"

    Pertanyaan ini, menjadi pertanyaan pertama yang ditanggapi oleh salah satu narasumber yang akrab disapa Ibu Uus; beliau adalah salah seorang novelis juga cerpenis sekaligus salah seorang Kepala Sekolah Menengah Atas di salah satu sekolah di daerah Indonesia. Baginya, pertanyaan tersebut adalah pertanyaan kebanyakan penulis pemula alami. Ibu Uus kemudian menanggapi lebih lanjut dengan mengutarakan pengalaman yang dialaminya sendiri selama berproses menjadi penulis yang dikenal kini, bahwa kepercayaan diri adalah sesuatu yang perlu ditanamkan dalam benak apapun pekerjaan yang hendak kita mulai, salah satunya menulis. Kepercayaan diri ini adalah motivasi yang paling utama. memang awalnya tulisan tidak mungkin akan langsung bagus dan sempurna, sehingga hal itu bisa menjadi penyebab lunturnya kepercayaan diri. namun kepercayaan diri ini bisa kita dapatkan salah satunya dengan mendekatkan diri pada orang yang tidak akan menghakimi karya tulisan kita, inilah yang saya lakukan awalnya. Bergabung dengan komunitas yang sama- sama concern dengan dunia kepenulisan akan peka untuk tidak memberi penghakima pada apa dan bagaimana kita menulis. Kemudia buatlah target untuk diri sendiri. Target ini adalah bentuk disiplin kita untuk menyelesaikan karya tulisan yang telah kita mulai atau untuk terus- menerus menulis. 

    Dari berbagai paparan narasumber yang luar biasa bermanfaat juga diskusi tanya- jawab oleh peserta dengan narasumber, ada satu poin yang saya garis bawahi yang paling penting untuk disadari terkait kiat menjadi penulis atau jika ingin bergelut dalam dunia menulis, yaitu:

"Tidak ada cara lain untuk bisa menulis selain memulainya saat itu juga"


Related

tips 9102623204493524185

Posting Komentar

emo-but-icon

FIND ME!

Blogger news

Trending

Arsip Berita

Tayangan

Tabs

item